DASRIL,S.Pdi ANAK MUDA DURIAN TINGGI JADI CALEG, DAERAH PENGHASIL GAMBIR DAN KARET
Satu lagi, anak muda berani maju membela nagarinya. Darah resimen mahasiswa sampai kini punmasih kental di tubuhnya, Dasril sarjana pendidikan Islam yang kini maju di bawah bendera Partai Gerindra dengan nomor urut 1 dapil 5 Limopuluah Koto.
Putra Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX yang lahir 20 Juni 1980 lalu ini tak punya misi yang terlalu muluk-muluk. Nagarinya yang jauh di pelosok daerah itu ingin dimajukannya dengan kemampuannya nanti jika duduk di kursi dewan. Rang mudo yang sempat merantau selama dua tahun lalu ke tanah Jawa ini, kini kembali atas desakan hati ingin berbuat demi nagarinya.
“Saya tak banyak angan-angan. Sifat saya sejak kecil. Kuat hati saya agar kampung saya di Durian Tinggi, yang meski jauh dari pusat kabupaten, tetpi telah memberikan pemasukan yang cukup banyak untuk daerah ini. Durian Tinggi selama ini dikenal penghasil gambir dan karet terbaik di Limopuluah Koto,” ujar Dasril bersemangat saat tengah menggelar kemah bakti Menwa Satuan 103/Mahasakti IAIN IB Padang di lapangan bola Ujuang Labuah 23-26 Oktober lalu.
Mengaku belum mempunyai dana kampanye yang cukup, Dasril tetap optimis warga di lingkungan Kapur IX dan Pangkalan tidak melihat caleg dari kemampuan finansial. Warga di dua kecamatan ini lebih rasional memilih dan menetukan pilihan.
Penanaman 500 pohon pinang, bakti sosial di Mesjid Taqwa Ronah, pembangunan dan perbaikan Polindes, SD Ronah, Penyuluhan anti narkoba di SMU 1 Muaro Peti, Ceramah habis maghrib 4 mesjid, Khatib Jumat di 3 mesjid menjadi kegiatan utama tampilnya Dasril di kampung halamannya. 30 anggota SatMenwa IAIN Imam Bonjol Padang yang merupakan adik-adik binaannya dibawa ke Durian Tinggi menghelat kemah bakti di sana.
BERGABUNG DENGAN GERINDRA
Selaku warga partai berlambang garuda emas ini, Dasril mengaku telah mengenal kemunculan Gerindra dari kantor DPP, di Jalan Brawijaya. Selain banyak senior Menwa, di DPP juga banyak Rang Minang yang menjadi pengurusnya. Termasuk, Bendahara Umum Gerindra, Halida Hatta.
Program pembuatan kaligrafi triplek yang kini menjadi inventaris mesjid-mesjid di Durian Tinggi adalah hasil karya tangan Dasril dan Menwa IAIN Imam Bonjol. Jamaah berterima kasih dengan buah hati mereka itu.
“Saya tidak memiliki visi misi yang muluk-muluk. Hanya ingin nagari dan kampung halaman termajukan dengan dukungan pemerintah serta diperhatikan lebih baik lagi,” pungkas Dasril.(s)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar